Thursday, August 16, 2007

Kesuksesan atau Kesesatan?

Ini Kesuksesan atau Kesesatan?

Aku gusar saat keinginanku tak terwujud
Tidak sayangkah Allah padaku?
Aku gundah saat musibah menghampiri
Mengapa Allah murka padaku?

Saat dalam kebimbangan ada sisi diri yang menghibur
Ia sangat sayang padakuDijauhkannya aku dari keinginan nafsuku agar aku selalu merengeh padaNya
Diberinya aku musibah agar aku selalu bersujud memohon ampunanNya
Tidak dipuaskannya logikaku agar aku melihat ketetapanNya
Bolehlah engkau katakan ucapanku adalah kamuflase kegagalan mengejar dunia
Namun kegagalan ini yang membuat aku bersyukur, terus tersungkur dan menangis
”Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannnya sampai waktu yang ditentukan. Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu berarti bahwa Kami memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak! sesungguhnya mereka tidak sadar (telah disesatkan).” Al-Mu’minun, 23: 54-56

Kini aku lebih takut tertawa lebar, memenuhi kerakusan perut, menikmati kemaksiatan, menyombongkan titipanNya, dan mengabdi pada harta dan kedudukan siang-malam.

Tidak semua doa dibayar kontan
Apabila setiap doa dibayar kontan maka dunia ini hancur seketika
Manusia hanya diberi setitik ilmu Allah dan tidak mengetahui yang di depan atau di belakang mereka.
Dunia ini akan hancur bila doa manusia mengikuti nafsu mereka


“Dan seandainya kebenaran itu menuruti kinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu. Al-Mu’minun, 23:71

Yang Ada Hanya Ketetapan

Yang Ada Hanya Ketetapan

Tidak ada sebab akibat, yang ada hanya ketetapan
Ketetapan itu berupa ilusi kehidupan
Kita bereaksi terhadap ilusi yang diberikan kepada kita
Kita menganggap itu adalah usaha kita

Bukan…bukan saudaraku, itu ilusi yang diciptakan oleh Sang Maha Sempurna kepada kita
Kejadian dan hasil tindakan kita adalah suatu ketetapan
Yang terpenting bagaimana suasana hati dan pikiran kita saat itu
Seberapa sering kita mengingatNya sebagai sumber semua ini

Yang terpenting adalah bagaimana kesadaran hati dan pikiran kita terhadap ilusi tadi, artinya bagaimana rasa dan pikiran hanya tertuju padaNya.

Dihadapan kita ini adalah ilusi
Ilusi dihadapan kita nampak bersesuaian dengan definisi kita
Itulah yang membuat kita terlena
Semua nampak seperti usaha kita
Semua nampak seperti hukum alam yang berlaku

Jarang yang memikirkan keteraturan yang sangat sempurna ini
Bumi akan berumur sangat pendek apabila tidak diatur
Inilah makna dzikrullah ….
Berpikir penciptaan, berpikir kebesaran, merendahkan diri dihadapan Sang Maha Agung