Wednesday, September 25, 2019

Menuduh Dusta atas Nama Nabi Saw

Berbohong Atas Nama Nabi Muhammad Saw

Sunan Tirmidzi meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Abu Hisyam ar Rifa’i telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyasy telah menceritakan kepada kami Hasyim dari Zirr dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berbohong kepadaku dengan sengaja maka hendaklah mempersiapkan tempat duduknya di neraka.”

Berbohong atas nama Nabi Muhammad, memalsukan hadits, menisbatkan suatu perbuatan kepada beliau, mengaku-ngaku bernasab kepada beliau, mengaku berjumpa ataupun berdialog dengan beliau.

Hal di atas sudah sangat jelas. Yang perlu diperhatikan adalah bagi kaum awam yang tidak berilmu jangan ikut2an menjatuhkan vonis "Berdusta atas nama Nabi" kepada seseorang "terduga" pendusta. Mengapa demikian?

1. Awam tidak tahu ilmu hadits yg jumlahnya jutaan, bagaimana bila hadits itu benar ada hanya belum terangkum dalam kitab sahih, namun masih diturunkan sanadnya secara khusus.

2. Bagaimana bila orang itu memang bernasab kepada Nabi Saw? Bagi yang sering menuduh Habib-habib di Indonesia palsu.

3. Bagaimana bila orang itu memang ditemui Nabi Saw dalam mimpi maupun langsung ?

Bukankankah kemungkinannya ada dua: perkataan anda benar, terus kalo benar manfaatnya apa, khawatirnya malah anda larut dalam kebencian dan ujub. Kemungkinan kedua anda salah dan  anda sendiri yang menjadi "ingkar pada kebenaran" alias berdusta atas nama Nabi? Naudzubillah min dzalik

CUKUPLAH HUKUM ALLAH BERLAKU BAGI PARA PENDUSTA, JANGAN LIBATKAN DIRIMU DALAM KEMUNGKINANNYA YANG DAPAT MENJERUMUSKAN DIRIMU SENDIRI

No comments:

Post a Comment