Tuesday, August 21, 2012

Era Sahibul Kahfi (2)

Ini peringatan kedua buat saudara-saudaraku

Ini era sahibul kahfi kawan, fitnah besar sudah melanda, pemegang Al Quran dan Sunnah belum tentu semuanya selamat? Mengapa karena mereka-mereka memegang keduanya tanpa ilmu namun hanya dengan persangkaan semata, apa buktinya? buktinya mereka tidak punya sanad keduanya, tapi banyak bercakap tentangnya. Mereka-mereka yang sanggup mencaci ulama, mencaci saudara seiman beda golongan, dengan alasan kata gurunya dari gurunya dari gurunya.....Bagaikan anak-anak TK yang menghakimi profesor-profesor, namun lagaknya luar biasa.

Ini era sahibul kahfi kawan, fitnah besar sudah melanda, tidak engkau kenali lagi siapa teman siapa lawan, yang terkadang lawan malah sering membuatmu banyak memohon kepada Allah, yang kau anggap teman malah melalaikanmu dari Allah dengan nasehat-nasehatnya. Yang engkau anggap lawan membuatmu menuntut ilmu dan memohon pertolongan Allah, yang kau anggap temanmu banyak melakukan kebajikan yang membuatmu lupa kewajiban.

Ini era sahibul kahfi kawan, fitnah besar sudah melanda, masuklah ke dalam gua-gua perlindungan, carilah orang-orang berilmu yang memegang Quran dalam benaknya (hafal), yang memiliki sanad dalam ilmunya, yang enggan menjual lisannya, yang banyak bertafakur daripada bercakap, yang membuat kita cinta ibadah, yang tidak khawatir ttg apa yang dimakan esok. Karena orang-orang ini adalah wali-wali tersembunyi yang enggan menjual diri.

Ini era sahibul kahfi kawan, fitnah besar sudah melanda, takutlah menghakimi sesamamu, karena engkau bukanlah hakim. karena engkau belum menghafal kitab itu, karena engkau masih membaca kita-kitab terjemahan liar yang kau dapatkan dipinggir-pinggir jalan, tanpa tahu siapa yang meletakkan.

Ini erah sahibul kahfi kawan, ini usahaku saat ingat, untuk mengingatkan, masuklah ke gua-gua, agar tidak termakan fitnah dajjal, membolak-balikkan fakta surga adalah neraka, neraka adalah surga. Duhai Nabi, kami merindukanmu dan butuh bimbinganmu, sebagaimana para sahabat yang mulia dahulu, agar kami tidak tersesat dalam logika berpikir kami....Allahuma shali ala sayidina Muhammad wa ala 'ali sayidina Muhammad

No comments:

Post a Comment