Tuesday, December 08, 2020

Ikhlas Dalam Praktek

 Pada hakekatnya hidup ini adalah 

1. Fokus kepada ketaatan kita kepada Allah (ibadah), dan mengambil dunia seperlunya. Sesuai dengan hadits, bila melakukan urusan akhirat itu gak ada besok dan urusan dunia itu gampang  masih ada besok/santai. Jadi tak ada waktu bersantai. Hidup untuk orang lain ada prioritasnya. Harus 


2. Semua titipan Allah, utk dipakai taat kepada Allah. Apapun yang kita punya adalah ketetapan yang sudah tidak bisa diganggu gugat. 


3. Dunia sementara namun sekaligus tempat seleksi masuk akhirat, jadi jangan fokus kemping permanen di dunia. Karena bekal dunia sudah ditetapkan untuk semua makhluk. Kita tidak bisa mengatur Allah, ada yang dibagi banyak/sedikit, namun semua memiliki potensi sama untuk bekal akhirat. 


4. Setiap yang terjadi/kejadian sudah ditentukan hasilnya, tak ada namanya ikhtiar atau usaha manusia yang bisa menentukan hasil. Bila seseorang menemukan harta temuan. Maka milik atau bukannya orang yang menemukan sudah ditentukan, apapun langkah yang diambil. Misalnya orang tersebut ingin menyimpannya sendiri, ataupun orang itu ingin menyedekahkan semua. Maka keputusan yang diambil tidak mengubah apapun. Saat menyimpan, bisa saja Allah mengatur skenario perampokan/bencana, orang yang mengambil tadi tidak jadi memiliki harta tersebut tanpa amalan akhirat sedikitpun. Demikian pula saat orang tersebut menyedekahkan maka tak ada sedikitpun harta yang tersisa, namun bekal akhiratnya berlipat-lipat.


5. Sesungguhnya amalan itu bergantung niat. 2 orang yang sholat bisa mendapatkan hasil yang berbeda, saat seseorang berbeda niat. Secara zohir melakukan hal yg sama, namun secara batin berbeda akan menghasilkan hal yang berbeda bekal akhiratnya, orang yang mempunyai niat yang lurus akan mendapatkan pahala akhirat, yang riya' akan mendapat kerugian ganda tak mendapat amal dan hukuman karena tidak ditujukan kepada Allah.

No comments:

Post a Comment