Tuesday, June 02, 2020

Kita tak bisa mewujudkan semua keinginan di Alam Materi, tapi...

Alam materi atau yang dikenal sebagai dunia, adalah tempat semua makhluk bertarung, berkompetisi mencari makna hidup dan kehidupan. Hampir semua manusia memiliki keinginan yang sama, hidup senang, bahagia, terpenuhinya kebutuhan fisik dan batin (arti sempit).


Masalahnya tidak semua hal di dunia bisa diraih. Berbagai nasehat, tips, petunjuk meraih target &cita-cita hampir semuanya berkaitan dengan alam materi diikuti dengan detail menjadi sedih, kecewa, hingga gila. Sungguh, karena bukan itu hakikat hidup didunia.

Hakikat hidup adalah mentracing/ merunut 'remah-remah kue' yang ditinggalkan oleh para pendahulu dan para utusan. Tak usah membuka jalur baru, cukup ikuti dan dengarkan para tracker lain.

Misi itu cuma satu menemukan dan mengakui perancang kehidupan ini, yaitu Allah.

Tak ada tuntutan fisik saat di alam materi; harus kaya, harus kuat, dst. Allah Sang Pencipta kita telah memberi semua seperti yang kau lihat saat ini, perhatikan, amati, syukuri, kerjakan yang bisa , tinggalkan yang buruk. Allah Sang Pencipta mengirim para utusan dan pemberi kabar gembira, dengan memberi peta, petunjuk, kompas, navigasi, rambu, agar kita selamat sampai tujuan seperti yang pencipta inginkan.

kita tak selalu mampu wujudkan keinginan kita, karena kita hidup dalam 'film' kehidupan yang jalan ceritanya sudah terplot. Yang mampu kita kuasai adalah kondisi batin/hati/pikiran spiritual kita yang bisa kita arahkan untuk suatu pengakuan agung. Laa ilaha illallah, Muhammad Rasulullah. Untuk iman,  keyakinan dan pengakuan itu, maka selalu penuhi hari2mu dengan perbuatan dan angan2 yang baik, beribadah, belajar, taat, menolong sesama, mengajar, mengajak orang berbuat kebaikan, karena sesungguhnya niat baik itu dihitung satu pahala.

Inilah pemahaman Ayat ,"“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra'd:11).

Ayat ini ditujukan kepada umat/kaum terdahulu yang berlimpah materi, harta, benda, namun Allah azab dengan azab yang pedih karena tidak mau beriman.
Namun di akhir jaman ini, ayat ini berbelok kepada hal materialistik.naudzubillah.

Penuhi hati dengan puji2an pada Sang Pencipta, selalu berprasangka baik terhadapNya dan semua skenario yang Dia mainkan untuk kita. Jangan segan2 menyatakan menyerah saat dirimu lelah, dan putus asa; innalillahi wa inna ilaihi raji'un, innalillahi wa inna ilaihi raji'un, kami hidup atas kehendakMu, kami mati atas kehendakMu, maka tak pantas bagi kami meminta yang selain kehendakMu, maka aku menyerahkan kehendakku kepada kehendakMu, duhai yang mengendalikan urusan, menguasai hati dan  memiliki rencana yang agung dan ilmu yang tak terbatas.

Akalmu bisa menyusun rencana, dan menghayalkan keinginan, namun ia dibatasi berita yang dibawa indramu dan perwujudannya sesuai mauNya bukan maumu. Kau memiliki hati tempat yang jauh lebih luas dari akalmu, di sana kau bisa bermunajat kepada Tuhanmu, sebanyak yang kau mau, hidupkan hatimu dengan dengan banyak menyebut namaNya, Allah, Ar Rahman atau nama2 Nya yang Indah. 

Kamu tak bisa selalu mengubah alam materimu, namun kamu bisa membangun cita-cita baikmu dalam setiap niat dan anganmu sesuai dengan kehendakNya dan itu adalah sesuatu yang akan memberikan arti dalam kehidupanmu...wallahua'lam

No comments:

Post a Comment